Tarian penuh kebanggaan di pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-32 di Pontianak

Tarian penuh kebanggaan di pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-32 di Pontianak

Tarian penuh kebanggaan di pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-32 di Pontianak

Pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-32 yang diadakan di Rumah Radakng telah berlangsung lancar. Ternyata acara ini berhubungan dengan orang Jawa, lho koq?

budihermanto.com

Pekan Gawai Dayak adalah sebuah rangkaian acara yang berlangsung selama 1 minggu, dan biasanya dilangsungkan di minggu terakhir bulan Mei tiap tahun, dan tahun ini merupakan kegiatan ke-32, rutin diadakan di Pontianak.

Baca juga kunjungan saya di salah satu tanah Dayak di Ngabang – Landak.

Pekan Gawai Dayak adalah sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mensyukuri hasil panen, ya setidaknya itu dasar pemikiran awal kegiatan ini dibentuk. Dan ternyata yang meng-inisiasi agar kegiatan ini terjadi dan terlaksana awalnya dulu adalah orang Jawa, yaitu Gubernur Kalimantan Barat saat itu. Beliau adalah Kadarusno, Gubernur Kalimantan Barat yang berasal dari Jawa.

Bahkan rumah adat Dayak yang megah, Rumah Radakng, pendiriannya juga di inisiasi oleh Gubernur Kalimantan Barat yang juga berasal dari Jawa yaitu Soedjiman. Jadi bisa dibilang 2 orang Jawa itu telah berhasil menyatukan masyarakat Dayak dari berbagai penjuru Kalimantan Barat.

Baca juga penampakan Tugu Khatulistiwa di Pontianak.

Bagi saya pribadi, acara Pekan Gawai Dayak ini bisa mengangkat nama dan budaya Dayak di mata dunia, sebab saat ini peserta acara tidak hanya berasal dari suku Dayak dari Kalimantan Barat saja, namun juga diikuti oleh perwakilan suku Dayak dari Sarawak Malaysia dan suku yang konon keturunan Dayak yang terdampar di Madagaskar.

Ya bagaimanapun di mata saya, ini sebuah kegiatan yang positif, bagi suku Dayak dan bagi Indonesia. Tentu saja agar kita semua saling mengenal lebih dalam. Inilah Dayak, inilah Indonesia.

Catatan admin: Berikut di bawah ini adalah salah satu tari tradisional Dayak yang saya lihat di acara pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-32. Sekilas saya video-kan diantara booth pameran. Lihat, betapa kebanggaan terlihat di mata bpk/ibu yang menari. Semoga generasi muda Dayak tetap menjunjung dan tidak melupakan budayanya.

Use Facebook to Comment on this Post