Gerimis menghapus terik

Gerimis menghapus terik.

Sudah dua hari ini cuaca di kota Surabaya menunjukan tanda-tanda tidak se-terik biasanya. Di siang hari memang masih panas, tapi ada sedikit waktu di selingi dengan hujan rintik-rintik, bahkan ditambah sedikit hujan di malam hari.

bDan akhirnya di Selasa siang ini, pertanda itu semakin terasa. Pagi tadi sang matahari memang masih menunjukan kehangatannya. Namun hanya sekitar tiga/empat jam saja, kini cuaca sudah berubah menjadi lebih dingin. Bukan hujan yang lebat, hanya hujan gerimis bercampur rintik berkepanjangan. Sebab hingga saya tulis artikel ini, sudah empat jam lebih sang gerimis masih berlangsung, padahal adzan ashar saja masih belum terdengar.

Efeknya sungguh terasa, Surabaya yang terkenal dengan cuacanya yang garang, seketika sekilas seperti kota Bogor. Apalagi bagi tubuh saya yang lebih rentan dengan cuaca dingin menjadikan suasana saat ini terasa sedikit menyiksa. Dan kali ini saya pun mampir di warung untuk menghentikan kegiatan sales sejenak, berbeda dengan biasa saya pun memesan segelas teh hangat untuk menemani di siang ini. Saya hanya berharap agar cuaca dingin ini jangan berlangsung lebih lama saja.

Hujan telah tiba, hujan telah tiba.

Budi Hermanto on blog

Posted from WordPress for Android on Xperia Pro

Use Facebook to Comment on this Post