Farhat Abbas mulai bermain di kasus anak Ahmad Dhani

Farhat Abbas mulai bermain di kasus anak Ahmad Dhani

Farhat Abbas mulai bermain di kasus anak Ahmad Dhani.

Kasus tabrakan di jalan tol yang melibatkan anak seorang musisi Indonesia yang masih dibawah umur, Ahmad Dhani, berkembang menjadi polemik yang melebar.


bSeperti yang diketahui bersama, Ahmad Dhani telah meminta maaf kepada para keluarga korban yang meninggal akibat kecelakaan itu. Bahkan dia berjanji akan bertanggung jawab atas semua biaya anak-anak yang ayahnya menjadi korban. Dhani berjanji akan memberikan biaya sekolah hidup dan sekolah hingga ke perguruan tinggi.

Sebagian biaya itu sudah mulai diberikan oleh Dhani, hingga dikabarkan sudah sekitar dua milyar rupiah yang sudah dikeluarkan. Kabarnya biaya rumah sakit anaknya pun semuanya juga harus dibiayai oleh Dhani sendiri, karena pihak asuransi tidak memberikan klaim karena menganggap kasus tersebut sudah merembet melanggar hukum akibat yang mengendarai mobil itu belum mempunyai surat ijin mengemudi (SIM). Dhani sempat mengeluh pada media bahwa dia mengalami kebangkrutan, dia berjanji akan tetap meneruskan tanggung jawabnya kepada para keluarga korban. Hanya saja menunggu penjualan beberapa barang pribadinya yang saat ini sudah mulai dijual.

Seorang pengacara, Farhat Abbas, yang mengetahui keluhan Dhani di media pun berkomentar di media twitter. Bahwa Dhani tidak boleh mangkir dengan mengatakan sedang bangkrut. Bahkan Farhat mengatakan bahwa Dhani adalah seorang yang sombong dan bermaksud tidak bertanggung jawab pada keluarga korban. Mendengar hal ini, dua anak tertua dari Dhani bermaksud membela ayahnya. Mereka mengatakan bahwa Fahat hanya seorang yang sedang mencari sensari agar menjadi terkenal dan seakan-akan membela keluarga korban, bahkan kedua anak itu menantang Farhat untuk beradu tinju di ring tinju. Disinilah polemik menyimpang semakin aneh yang kemudian bergulir, ketika Farhat mengatakan bahwa dia hanya mau bertinju dengan Dhani, sedangkan lawan anak-anak Dhani cukup asistennya yang seorang perempuan saja.

Sudah saatnya orang-orang seperti Farhat mulai bersikap santun dengan segala ucapannya, peduli dengan orang lain bukan berarti seenaknya bisa menxemooh orang lain juga.

Budi Hermanto on blog

Posted from WordPress for Android on Xperia Pro

Use Facebook to Comment on this Post