Bualan Global Warming

Bualan Global Warming.

Dulu di masa SD, masih terngiang di ingatan saya bahwa antara Maret – September adalah musim kemarau, begitu pun sebaliknya antara September – Maret adalah musim penghujan. Tapi kenapa sekarang tidak?

bDi tahun 2013 ini, pergeseran musim semakin terasa. Kemarau dan penghujan semakin tidak bisa diperkirakan. Bisa lebih cepat atau lebih lambat. Bahkan intensitasnya pun sulit ditebak. Bisa semakin pekat di suatu daerah, tapi di tempat lain bisa saja semakin pudar.

Dengung bualan Global Warming sudah terdengar semenjak lebih dari dua dekade yang lalu, hanya saja waktu itu dianggap angin lalu saja. Bahkan ada yang menganggap sebagai bualan orang gila. Namun semakin lama bualan Global Warming semakin menonjok pembuktiannya. Saat ini semakin banyak pakar cuaca yang semakin berani memperkirakan cuaca dunia yang semakin keras di masa depan. Cuaca yang ekstrem juga mulai terjadi di beberapa tempat, dikatakan ekstrem karena cuaca itu tidak pernah terjadi di tempat itu atau pernah terjadi tapi dengan kapasitas yang lebih besar di saat ini.

Peningkatan polusi menjadi terdakwanya, tapi sekali lagi justru terdakwa inilah yang dikerjakan dan dibutuhkan manusia. Polusi yang terjadi adalah sampah dari hasil karya manusia, yang sayangnya belum bisa di daur ulang. Dunia seperti tidak berdaya menghadapi polusi, solusi-solusi yang ada belum bisa menghadang, hanya setaraf memperlambat.

Cuaca ektrem memang bencana bagi manusia, namun sejatinya itu adalah tindakan menyembuhkan diri yang dilakukan bumi. Yup, bumi juga hidup, semua makhluk yang hidup secara insting akan melakukan penyelamatan atau pengobatan diri bila merasa terancam atau tersakiti. Lihat saja, dimana suatu tempat terjadi bencana alam, di kemudian hari keadaan alamnya akan lebih baik dari sebelum bencana. Dalam arti, tingkat polusinya menurun. Tapi masalahnya, apa yang terjadi di suatu daerah adalah imbas dari daerah yang lain. Semua berkaitan, kita dituntut untuk peduli dengan diri kita, dengan sekitar kita. Sebab yang akan merasakan kehidupan yang lebih keras nantinya adalah anak cucu kita sendiri. Jangan menutup mata, jangan membungkam telinga, bahwa bualan Global Warming itu semakin nyata.

Lalu apa solusinya? Jangan terlalu cepat berbicara cara menghentikan, sementara cara memperlambat adalah ide kepedulian yang harus diterapkan. Bagaimana? Banyak cara, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Teman-teman pembaca bisa bantu sharing dengan menuliskan di kolom komentar apa yang bisa dilakukan untuk memperlambat bualan Global Warming.

Ayo kita sembuhkan bumi, sebelum dia menyembuhkan diri dengan obat terdahsyatnya.

Budi Hermanto on blog

Posted from WordPress for Android on Xperia Pro

Use Facebook to Comment on this Post