Bersama Untan Membangun Negeri

Bersama Untan Membangun Negeri

“Bersama Untan Membangun Negeri” adalah tema yang diusung pada tulisan saya kali ini, bagi saya tentu saja sangat menarik, karena Untan sendiri masih asing bagi saya yang bukan asli Pontianak ini. Untan adalah singkatan dari Universitas Tanjungpura, konon inilah perguruan tinggi terbesar dan ter-favorit di seantero Kalimantan Barat. Jadi jangan heran jika ada yang bilang bahwa cewek cantik akan langsung naik 2 kali lipat kecantikannya jika kuliah di Untan, wow! Itupun tiap bulan naik lagi lho, widih!

Antara Tanjungpura dan Sumpah Palapa.
Eits! tunggu dulu! Sebelum kita bongkar isi kampus dari Universitas Tanjungpura, mari kita fokus pada sebuah nama, yaitu Tanjungpura. Sepertinya tidak asing ya dengan nama Tanjungpura, itu kan nama kerajaan yang dulu wilayahnya di pesisir barat hingga ke selatan pulau Kalimantan ini. Iya juga, tapi masih ada lagi yang kurang, apa ya? Hmm, masih ingat dengan pelajaran Sejarah waktu SMP dulu? Ingat dengan Majapahit? Mahapatih Gajah Mada? Lha, apa hubungannya antara Majapahit, Gajah Mada dan Tanjungpura?! Majapahit dikenal sebagai Kerajaan terbesar dan terluas yang pernah ada di bumi Nusantara ini, konon bahkan lebih. Nah, untuk mencapai luas kerajaan yang hampir mencapai Asia Tenggara itu, ada sosok Mahapatih Gajah Mada sebagai panglima perang Kerajaan Majapahit yang telah bersumpah untuk menyatukan nusantara, sumpahnya terkenal dengan nama Sumpah Palapa, seperti yang tertulis di kitab Pararaton. Masih ingat isi Sumpah Palapa? Lupa atau tidak tau?! Xixixi!

Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”.

Jika diterjemahkan ya setidaknya kurang lebih seperti berikut:
Dia Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa, dia Gajah Mada: “Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa”.

Tampak tertulis nama Tanjungpura yang menjadi salah satu kerajaan yang harus ditaklukan Gajah Mada dalam Sumpah Palapa-nya. Jika Tanjungpura bukan sebuah kerajaan yang besar pada waktu itu, tentu saja tidak akan pernah disebut oleh Gajah Mada, iya apa iya, hehehe! Itulah mengapa perguruan tinggi terbesar di Kalimantan Barat akhirnya dinamakan Universitas Tanjungpura. Karena Tanjungpura dulu adalah salah satu kerajaan yang menjadi salah satu pilar dalam membangun kemahsyuran nusantara Kerajaan Majapahit. Dengan semangat itulah, maka kini dengan Universitas Tanjungpura bersama menjadi pilar-pilar yang siap dan bersemangat dalam membangun negeri tercinta ini, negeri Indonesia. Yup, “Bersama Untan Membangun Negeri”.

Sejarah lika liku berdirinya Universitas Tanjungpura.
Untan juga unik dalam proses berdirinya, bahkan namanya pun beberapa kali berubah. Berbeda dengan universitas negeri lainnya yang sedari awal memang perguruan tinggi negeri. Awalnya Universitas Tanjungpura berdiri sebagai perguruan tinggi swasta dengan nama Universitas Daya Nasional. Didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Daya Nasional pada 20 Mei 1959, dengan hanya memiliki 2 fakultas saja, yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Tata Niaga. Lalu atas dasar Surat Keputusan Menteri, pada 16 Mei 1963 terjadi perubahan status Universitas Daya Nasional menjadi Universitas Negeri Pontianak. Ditandai juga dengan perubahan Nama Fakultas Tata Niaga menjadi Fakultas Ekonomi, bahkan didirikan 2 fakultas baru yaitu Fakultas Tehnik dan Fakultas Pertanian. Tidak berhenti disini, lika liku sejarah Untan masih berlanjut. Pada 14 September 1965, akibat gejolak perpolitikan dan pemerintahan di Indonesia, kembali berubah nama menjadi Universitas Dwikora atas Penetapan Presiden Republik Indonesia saat itu. Tapi tak berselang lama, pada tahun 1967 berdasarkan Surat Keputusan Presiden akhirnya nama Universitas Tanjungpura pun ditetapkan. Bertahan hingga saat ini, bahkan jumlah fakultas pun sudah berkembang menjadi 9 fakultas dan dengan 2 jenjang pendidikan (S1 dan S2).

Aktifitas pendidikan di Untan.
9 Fakultas yang ada saat ini di Universitas Tanjungpura adalah:
1. Fakultas Hukum.
2. Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
3. Fakultas Pertanian.
4. Fakultas Tehnik.
5. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
6. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
7. Fakultas Kehutanan.
8. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
9. Fakultas Kedokteran.

Untan memiliki 96 program studi yang terdiri dari:
– 6 program studi Diploma.
– 63 program studi Sarjana.
– 22 program studi Magister.
– 2 program studi Doktor.
– 3 program studi Profesi.

Aktifitas pendidikan di kampus Untan juga di support oleh sekitar 932 tenaga pendidik dengan kualifikasi:
– 28 Guru Besar.
– 276 Doktor.
– 653 Magister.
– 3 tenaga Profesi.
– 588 tenaga kependidikan.

Uniknya lambang Universitas Tanjungpura.

Sumber: untan.ac.id

Berbagai fakultas maupun tenaga pengajar yang ada di Untan ternyata memiliki fokus yang sama yaitu membangun lahan basah dan gambut tropis menjadi keunggulan lokal, tentu saja dengan tujuan mencapai visi Untan menjadi institusi persefasi dan pusat informasi ilmiah di Kalimantan Barat. Semangat “Bersama Untan Membangun Negeri” itu sudah tampak jelas dari lambang Universitas Tanjungpura yang memiliki logo dengan keunikan tersendiri.

Berikut arti dari lambang Universitas Tanjungpura:
1. Dua Segi lima.
Berlandaskan pada dasar negara Pancasila, sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi muda untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
2. Sayap berwarna kuning dengan 5 helai bulu.
Mengantarkan rakyat menuju kejayaan sebagai bagian bangsa yang terdidik, maju dan modern berlandaskan pada pandangan hidup dan nilai-nilai luhur Pancasila.
3. Dua bilah mandau.
Lembaga pendidikan yang bersifat nasional berada di daerah atau pulau Kalimantan, khususnya Provinsi Kalimantan Barat, yang dalam pengembangannya harus selalu relevan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungannya.
4. Obor bertingkat tiga berwarna merah.
Semangat yang menyala-nyala/berkobar-kobar dan tak kunjung padam dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
5. Pita merah putih.
Selalu mengabdikan diri untuk kepentingan bangsa dan negara. Dengan kata lain manifestasi dari gerak perjuangannya didasarkan keberanian dan kebenaran, kesucian demi mewujudkan kejayaan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Bahkan ketika lambang Untan ditempatkan pada bendera, maka vendel-nya harus memakai dasar berwarna hitam. Hal ini mempunyai makna bahwa Universitas Tanjungpura berkewajiban menerangi rakyat yang berada dalam kegelapan melalu pendidikan, karena dahulu ketika Untan didirikan pada tahun 1959 rakyat di daerah Kalimantan Barat dan sekitarnya relatif masih tertinggal dari daerah-daerah lainnya di Indonesia. Dan tentu saja Universitas Tanjungpura memiliki tugas untuk mengejar ketinggalan di segala bidang tsb. Nah, jadi tidak salah kan ketika semangat “Bersama Untan Membangun Negeri” masih terus dikobarkan hingga saat ini?!

#Untan
#UniversitasTanjungpura
#BersamaUntanMembangunNegeri

Sumber: Youtube channel R. Brilliantoro

Use Facebook to Comment on this Post