Antara kenangan dan silaturahmi

Antara kenangan dan silaturahmi

Antara kenangan dan silaturahmi.

Sepahit apapun sebuah kenangan, tetap kan menjadi bagian dalam hidup kita. Bahkan disadari atau tidak, kenangan di masa lalu adalah salah satu proses yang membentuk diri kita sekarang ini. Dan kini acara reuni menjadi tren kegiatan untuk mengenang kenangan itu.

Kenangan yang tiada dua.
Kenangan yang tiada dua dalam hidup kita adalah masa remaja, masa ketika masih di bangku SMA. Iya SMA, dulu disebut SMA bukan SMU. Inilah masa ketika kita berbuat salah dan tertawa. Eitz, bukan hanya tertawa, tapi juga menangis galau karena sosok cinta monyet tidak bersambut atau terputus. Dunia seperti runtuh, bahkan es teh manis pun terasa pahit. Makan tak berselera, tidur pun selalu terbayang. Yup, inilah masa SMA.

Di masa SMA saya dulu sangat berbeda dengan masa kini. Handphone masih belum ada, pager sedang booming, namun harga tidak terjangkau. Internet? Jangan tanya dagh, masih di kalangan intelijen mungkin, hehehe. Saat itu seorang remaja laki-laki tidak mudah untuk mengutarakan kasih hatinya, iya tidak semudah remaja saat ini yang bisa menembak gadis incaran hanya dalam hitungan menit saja. Bahkan banyak yang disampaikan dalam media social media maupun chatting, simple dan mudah bukan.

Dulu sebelum menembak, seorang remaja laki-laki akan melakukan pendekatan atau biasa disebut PDKT. Dari obrolan ringan ketika jam istirahat sekolah, hingga curi-curi pandang. Bahkan jalur surat menyurat via pos pun dilalui, bukan sehari dua hari tapi bisa berbulan dan bertahun prosesnya. Jadi jangan kaget, pak pos adalah salah satu the most wanted person yang ditunggu-tunggu saat itu, hehehe.

Baca: Ketika masa 20 tahunan itu terasa baru terjadi kemarin.

Halal bi halal SMAPIX’95.
Apapun kenangan di masa itu kan selalu terasa indah, indah dengan segala manis pahit asinnya. Setelah beberapa kali reuni mini bersama teman-teman sekelas saya, kini reuni seangkatan di SMA juga telah berlangsung, bertajuk Halal bi halal SMAPIX’95. Berlangsung di Agis (Jatim Expo) Surabaya pada 27 Juli 2017, sayangnya saya tidak bisa hadir, bersamaan saya sedang tugas di bumi Borneo. Namun saya tetap bisa tersenyum melihat buaian kenangan masa remaja yang memabukan yang bisa terlihat di mata teman-teman. Semoga selalu bisa bersilahturahmi dengan menyenangkan, dan tentu saja semoga kedepannya saya pun bisa hadir.

Baca: Bukan yang terakhir, silaturahmi yang baru akan dimulai.

Use Facebook to Comment on this Post