Antara Ayu Tingting, Enji dan penonton

Antara Ayu Tingting, Enji dan penonton

Antara Ayu Tingting, Enji dan penonton.

Sebenarnya bukan kebiasaan saya untuk ‘melihat’ masalah dari rumah tangga orang lain, tapi bagaimana lagi tanpa dilihat pun setiap hari berbagai channel televisi pun menayangkannya. Kasus tentang rumah tangga seorang penyanyi dangdut Indonesia yang terkenal dengan nama Ayu Tingting dan Enji suaminya, saat ini memang sedang hot-hotnya menjadi headline utama di berbagai berita infotainment di televisi.

bAyu Tingting dikabarkan pergi dari rumah kediaman suaminya, jelas ada suatu konflik diantara mereka. Akibatnya berbagai versi berita menebar di kalangan wartawan pencari berita. Tanpa memberikan penjelasan yang terbuka, Ayu Tingting pun tetap welcome bila para wartawan mengerubutinya. Ayu Tingting yang ternyata sudah hamil muda ini, dalam setiap kesempatan selalu berkata bahwa apa yang terjadi di rumah tangganya biarlah dia dan Tuhan saja yang tau. Dia selalu menganggap bahwa Enji adalah masa lalunya. Sungguh ironis, sebab pernikahan mereka sendiri belum ada 1 bulan.

Tak lama kemudian giliran Enji yang menghiasi berita di televisi. Bersama seorang advokat kondang yang ditunjuk sebagai pengacaranya, Enji menuturkan bahwa dia sudah berusaha menjemput Ayu Tingting di rumah orang tuanya, agar bersedia kembali ke rumah orang tua Enji. Namun menurut pengakuan Enji, semua usahanya gagal karena orang tua Ayu Tingting tidak pernah mengijinkan pertemuan mereka. Di kesempatan yang lain, Ayu Tingting berkata bahwa orang tuanya tidak pernah menghalang-halangi Enji, hanya saja Ayu Tingting sendiri yang sudah tidak bersedia kembali kepada Enji.

Keadaan semakin keruh ketika mantan-mantan pacar dari Enji bermunculan di televisi. Mereka bercerita tentang hal yang sama, bahwa dulu pernah berpacaran dengan Enji yang berakhir dengan mendadak dan sepihak. Entah apa motif para mantan Enji, yang jelas terlihat pengacara Enji tidak suka dengan celoteh mereka di televisi.

Entah apa yang terjadi sebenarnya diantara Ayu Tingting dan Enji. Yang jelas kita sebagai ‘penonton’ sudah selayaknya tidak perlu beropini secara berlebihan. Kenapa? Sebab kita tidak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi. Tentu saja tak adil rasanya bila kita menghukum secara sepihak pada salah satu pihak atau bahkan pada keduanya. Tak perlu juga kita beropini yang berlebihan, sebab pikiran kita yang negatif akan bisa meracuni tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari.

Ingat, mari kita menjadi penonton yang bijak, dengan selalu belajar dari kesalahan orang lain tanpa pernah menghina orang yang melakukan kesalahan itu.

BudiHermanto on blog

Posted from WordPress for Android on Xperia Pro

Use Facebook to Comment on this Post