3 pihak yang terlibat ketika Ahok diputuskan bersalah

3 pihak yang terlibat ketika Ahok diputuskan bersalah

3 pihak yang terlibat ketika Ahok diputuskan bersalah

Hari ini kembali saya meneruskan kenyataan kemarin untuk berkata ‘wow!’. Siang tadi pengadilan kasus penintaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sudah diputuskan oleh dewan hakim. Dan hasil sungguh wow, menjadi heboh bagi 3 pihak sekaligus. Pihak mana saja? Berikut pendapat saya.

budihermanto.com

Ahok diputuskan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun. Pihak Ahok menghormati keputusan tsb, namun langsung mengajukan banding. Hakim sendiri langsung meminta agar Ahok segera dipenjarakan, dan memang tak berapa lama Ahok pun sudah dikirim ke LP Cipinang untuk mulai menjalani hukuman. Di sisi lain, tak lama juga, Menteri Dalam Negeri langsung melantik Wakil Gubernur DKI Jakarta yaitu Djarot menjadi pejabat pelaksana Gubernur DKI Jakarta hingga Oktober 2017, alias hingga pelantikan resmi Gubernur terpilih hasil Pilkada kemarin, Anies Baswedan.

Keputusan Pengadilan tsb sontak mendapat respon beragam dari 3 pihak yang bisa saya lihat secara umum. Pihak-pihak tsb memiliki respon yang bisa saja berimbas pada kehidupan berwarganegara, berikut pendapat saya.

1. Kontra Ahok
Pihak ini langsung bersua cita, walaupun ada sebagian yang merasa hukumannya kurang, namun secara umum pihak ini terlihat puas. Terbukti setelah merayakan sesaat, pihak ini yang sebagian sejak pagi sudah nongkrong bersama di dekat pengadilan pun berangsur-angsur langsung membubarkan diri. Di media sosial pun pihak kontra Ahok juga terlihat berstatus cukup puas dengan hasil pengadilan. 

2. Pro Ahok
Pihak ini awalnya terlihat banyak bersedih, yang menangis cukup banyak, baik yang sedang stand by dekat pengadilan maupun yang ada di media sosial. Awalnya hanya tertunduk sedih, namun mulai bergerak ke LP Cipinang. Ternyata tidak hanya sekedar ingin berduka melihat Ahok masuk penjara, sebagian mulai tidak bisa mengendalikan emosinya. Akibatnya mulai terlihat aksi dorong pintu pagar LP Cipinang, bahkan hingga tulisan ini disusun pun aksi dorong mendorong antara pro Ahok dengan kepolisian masih terjadi. Di media sosial pun pihak ini banyak menumpahkan kekecewaannya, nada sumbang nan apatis pun tercium semerbaknya diperuntukkan bagi negeri yang menurut mereka telah tidak berlaku adil.

3. Netral
Mau tak mau ikut terlibat, langsung maupun tidak, sebab 2 pihak yang lain adalah teman dan saudara yang berkedudukan di negeri yang sama, negeri tercinta Indonesia. Pihak ini sungguh jengah dengan situasi yang ada, sudah berlangsung sejak lama sebenarnya. Sepertinya sejak Pilpres 2014, Indonesia sudah terbagi 3 pihak, pro, kontra dan netral. Walaupun memang hanya gaduh di media sosial, namun nyatanya mulai ternyatakan di kehidupan sehari-hari. Mulai terlihat riak-riak pertentangan antar kubu, bahkan aroma SARA mulai terendus semerbaknya. Pihak netral sangat menyayangkan hal ini, kekhawatiran perpecahan secara massive bisa saja terjadi di bumi tercinta Indonesia ini. Bahkan bisa jadi ada pihak yang dengan sengaja menunggangi perpecahan dan adu domba seperti ini, layaknya sejarah kelam masa lalu bangsa ini, yang terbukti bisa dengan mudah dikuasai negara penjajah, tentu karena sindikat taktik adu domba.

Inilah yang membuat Indonesia rentan, cita-cita berkebangsaan harus tetap jadi acuan, dan semoga rakyat negeri tercinta ini masih bisa berpikir jernih dalam menatap tegap kelanjutan cerita mendayu-dayu di bumi Sabang sampai Merauke ini.

Use Facebook to Comment on this Post